Keripik Tempe khas Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, kini tidak hanya dijual sebagai produk oleh-oleh kuliner biasa, melainkan dikembangkan menjadi paket edukasi wisata pembuatan makanan olahan bagi para wisatawan. Destinasi wisata industri rumahan ini mengajak para pengunjung untuk belajar secara langsung mengenai seluruh tahapan pembuatan keripik tempe yang renyah dan gurih. Dimulai dari pemilahan kedelai lokal, proses fermentasi tempe dalam cetakan khusus, pengirisan tipis menggunakan pisau presisi, hingga proses penggorengan bumbu alami.
Para pemandu wisata yang merupakan pengerajin tempe senior membimbing para peserta dengan teliti mengenai rahasia racikan bumbu rempah dan teknik mengontrol suhu minyak goreng yang pas. Para wisatawan, khususnya rombongan pelajar dan keluarga, sangat antusias mempraktikkan langsung mengiris tempe dan menggorengnya hingga berwarna kuning keemasan. Setelah matang, hasil gorengan keripik buatan sendiri dapat dikemas rapi dan dibawa pulang sebagai kenang-kenangan unik dari Malang.
Program paket edukasi keripik tempe ini terbukti sangat ampuh mendongkrak daya pikat wisata Kampung Sanan serta meningkatkan pendapatan para pengerajin tempe lokal. Selain membeli oleh-oleh makanan ringan bermerek lokal, para wisatawan mendapatkan pengalaman belajar budaya kuliner rakyat yang sangat berharga dan menyenangkan. Penjualan variasi rasa baru seperti rasa balado, keju, dan rumput laut juga makin diminati oleh konsumen generasi muda.
Pemerintah Kota Malang mendukung penuh penataan kawasan Kampung Sanan menjadi destinasi wisata edukasi industri kreatif dengan memperbaiki jalan lingkungan dan menyediakan fasilitas tempat parkir bus pariwisata yang luas. Pengolahan limbah kulit kedelai dan air rebusan tempe dikelola secara terpadu melalui instalasi biogas desa guna menjaga lingkungan pemukiman tetap bersih, segar, dan tidak berbau. Lingkungan industri rumahan yang tertata ramah menjadi kenyamanan ekstra bagi para pelancong.
Melalui keberhasilan program edukasi pembuatan keripik tempe khas Kampung Sanan Malang ini, penggabungan antara industri makanan rakyat dan dunia pariwisata terbukti mampu memberikan manfaat ekonomi yang sangat luas. Keahlian tradisional mengolah tempe berhasil diangkat menjadi atraksi wisata berkelas yang membanggakan kota Malang. Diharapkan keberlanjutan wisata edukasi kuliner ini dapat terus berkembang pesat dan menginspirasi sentra kriya lainnya di Indonesia.
