Kabupaten Malang merupakan gudangnya wisata alam pegunungan, dan di balik derasnya aliran air yang jatuh dari ketinggian 84 meter, terdapat perpaduan antara Cerita Rakyat dan Pesona Air Terjun Coban Rondo yang melegenda. Destinasi yang terletak di Kecamatan Pujon ini menawarkan udara sejuk khas lereng Gunung Panderman dengan hutan pinus yang masih sangat asri. Nama “Coban Rondo” sendiri memiliki arti “Air Terjun Janda” dalam bahasa Jawa, sebuah penamaan yang bukan tanpa alasan karena berkaitan erat dengan kisah asmara tragis antara Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat lokal Malang Raya.
Keunikan dari kaitan antara Cerita Rakyat dan Pesona alam di sini bermula dari kisah pelarian Dewi Anjarwati. Konon, setelah suaminya tewas dalam pertarungan melawan Joko Lelono, sang Dewi bersembunyi di balik air terjun ini dan meratapi nasibnya hingga menjadi janda (rondo). Mitos ini memberikan nuansa magis bagi para pengunjung yang datang. Namun, di luar kisah sedih tersebut, pesona fisiknya sangat memukau; debit air yang stabil sepanjang tahun menciptakan butiran embun yang menyegarkan wajah saat kita mendekati kolam di bawahnya. Tebing batu yang ditumbuhi lumut hijau memberikan kontras warna yang sangat estetik bagi para pecinta fotografi alam.
Selain menikmati sisi Cerita Rakyat dan Pesona air terjunnya, kawasan wisata ini telah dikembangkan menjadi pusat rekreasi keluarga yang lengkap. Pengunjung bisa mencoba berbagai wahana seru seperti taman labirin yang ikonik, bersepeda gunung, hingga berkuda menyusuri jalur setapak di bawah naungan pohon-pohon besar. Fasilitas pendukung seperti area berkemah dan tempat makan yang menyajikan hidangan hangat khas pegunungan membuat betah siapa saja yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota. Kehadiran kawanan monyet ekor panjang yang sesekali muncul juga menambah kesan autentik bahwa ekosistem di sekitar Coban Rondo masih terjaga dengan baik.
Dalam aspek konservasi, menjaga Cerita Rakyat dan Pesona Coban Rondo berarti juga harus menjaga kelestarian hutan di hulu sungai. Sebagai salah satu sumber mata air penting bagi warga Malang, kawasan hutan lindung di atas air terjun harus terlindungi dari pembalakan liar atau alih fungsi lahan. Pihak pengelola bersama perhutani terus melakukan penanaman kembali dan pengawasan ketat terhadap kebersihan area wisata. Wisatawan sangat dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama plastik, agar kejernihan air dan kesucian situs yang dianggap keramat oleh sebagian warga ini tetap terjaga kemurniannya hingga masa mendatang.
