Peninggalan bangunan suci tertua di wilayah Jawa Timur terus mendapatkan perawatan rutin guna mempertahankan keutuhan struktur batu andesitnya. Kondisi fisik kompleks Candi Badut Malang ditinjau secara menyeluruh oleh tim pelestari cagar budaya kota bersama ahli arkeologi. Peninjauan mencakup pemeriksaan bagian fondasi batu, relief dinding candi, serta bilik utama tempat persemayaman patung dewa. Langkah pemantauan rutin ini sangat penting untuk mencegah kerusakan batuan akibat pertumbuhan lumut dan dampak kelembapan udara.
Bangunan candi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang dibangun pada abad ke-8 masehi ini memiliki gaya arsitektur yang sangat khas dan unik. Keberadaan kompleks Candi Badut Malang ini menjadi bukti nyata keagungan peradaban seni pahat dan toleransi keagamaan masa lampau di Malang. Tim teknis melakukan pembersihan lumut pada permukaan batuan candi menggunakan semprotan air bertekanan terukur dan sikat halus secara perlahan. Pemasangan alat pemantau getaran tanah diletakkan di sekitar candi demi menguji ketahanan bangunan dari potensi guncangan gempa.
Pemerintah kota berkomitmen menjaga keasrian taman di sekitar lingkungan candi agar tetap nyaman dikunjungi oleh para wisatawan dan pelajar. Pembatasan akses ke bagian puncak candi diberlakukan demi menjaga keselamatan pengunjung serta mencegah keausan pada susunan batu tua. Keberadaan situs Candi Badut Malang yang tertata indah memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sektor wisata edukasi dan sejarah kota. Papan informasi digital mengenai sejarah candi telah disediakan untuk memudahkan para pengunjung belajar.
Masyarakat sekitar situs turut berperan aktif dalam memelihara kebersihan serta ketertiban lingkungan kawasan cagar budaya tersebut secara sukarela. Kerjasama yang erat antara pihak pengelola situs dan warga perkotaan menciptakan suasana kunjungan yang sangat menyenangkan dan aman. Kesadaran untuk merawat warisan purbakala terus ditanamkan kepada anak-anak muda melalui penyelenggaraan kegiatan lomba melukis candi. Kebanggaan terhadap peninggalan sejarah daerah terus dipertahankan secara utuh.
Laporan pemantauan kondisi batuan candi akan diserahkan kepada dinas kebudayaan sebagai acuan perencanaan perawatan berkala tahun depan. Restorasi kecil pada bagian batu yang retak akan segera dikerjakan oleh para ahli konservasi batuan berpengalaman. Kawasan bersejarah ini dipastikan akan tetap berdiri kokoh sebagai kebanggaan masyarakat Malang serta pilar sejarah kebudayaan bangsa. Kelestarian bangunan suci purba ini akan terus dijaga sampai masa yang akan datang.
