Pembuatan Cobek berbahan tanah liat keramik dipelajari secara mendalam oleh para pengrajin gerabah tradisional di kawasan Dinoyo Kota Malang Jawa Timur. Program pelatihan dan pembinaan kriya keramik bernilai seni ini diselenggarakan guna meningkatkan kualitas ketahanan produk alat dapur tradisional agar mampu bersaing dengan alat masak modern. Menggunakan mesin putar keramik serta teknik pembakaran suhu tinggi, para peserta diajarkan meracik tanah liat pilihan agar menghasilkan cobek yang sangat kuat dan halus. Pelatihan keterampilan gerabah ini diikuti antusias.
Para peserta diajarkan tahapan pembentukan adonan tanah liat, pembentukan piringan cobek yang presisi, hingga tahap pengeringan serta pembakaran dalam tungku terbuka yang terukur. Cobek keramik buatan Dinoyo Malang memiliki keunggulan berupa kerapian permukaan yang licin, tidak mudah berpasir saat digunakan mengulek bumbu, serta tahan lama. Keindahan finishing warna tanah alami membuat produk perlengkapan dapur tradisional ini sangat dicari oleh para pengusaha kuliner serta ibu rumah tangga. Penguasaan teknik keramik ini modal berharga pengrajin.
Inisiatif perhelatan pelatihan kriya tanah liat ini terbukti sukses membangkitkan kembali kejayaan Kampung Keramik Dinoyo sebagai sentra kerajinan gerabah legendaris di Kota Malang. Produk cobek keramik hasil karya pengrajin peserta pelatihan kini dipasarkan ke berbagai toko perlengkapan rumah tangga modern di seluruh Indonesia. Pemasaran secara daring melalui platform e-commerce juga mulai meraup omset penjualan yang sangat memuaskan bagi para pengrajin lokal. Sektor ekonomi kreatif berbasis kriya tradisional pun tumbuh makin solid.
Pemerintah Kota Malang memberikan fasilitasi berupa bantuan tungku pembakaran keramik modern hemat energi serta bantuan alat cetakan presisi tinggi bagi kelompok pengrajin. Dukungan keikutsertaan dalam pameran kerajinan tangan tingkat nasional terus disalurkan agar produk kriya keramik Dinoyo dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri. Pelindungan kawasan Kampung Keramik Dinoyo sebagai destinasi wisata edukasi budaya juga terus diperkuat. Sinergi ini menjamin keberlanjutan tradisi kriya gerabah Malang.
Melalui keberlanjutan pembinaan keterampilan ini, industri pembuatan alat dapur tanah liat khas Dinoyo Malang dipastikan akan terus bertahan dan berkembang mengikuti arus zaman. Keterampilan mengolah tanah liat menjadi kerajinan fungsional bernilai seni tinggi merupakan warisan budaya berharga yang harus selalu dilestarikan. Kebanggaan menggunakan produk kerajinan dalam negeri terus tertanam kuat di sanubari masyarakat. Keberhasilan perhelatan pembuatan cobek keramik ini membawa kemakmuran nyata bagi para pengrajin Dinoyo.
