Tanaman hias Adenium, atau yang lebih populer dikenal sebagai Kamboja Jepang, sering kali menjadi primadona di halaman rumah karena bunganya yang menawan. Namun, di balik kecantikannya, muncul kekhawatiran di kalangan pecinta tanaman mengenai kekuatan sistem perakarannya. Banyak yang bertanya-tanya apakah akar tanaman ini benar-benar mampu merusak struktur bangunan.
Secara morfologi, tanaman Kamboja Jepang memiliki bonggol atau caudex yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan air dan nutrisi yang sangat besar. Seiring bertambahnya usia, bonggol ini akan terus membesar dan mengeras secara perlahan namun pasti. Tekanan dari pertumbuhan massa bonggol inilah yang sering kali menjadi penyebab utama keretakan pada pot.
Kekuatan akar Kamboja Jepang sebenarnya tidak bersifat merusak secara agresif seperti akar pohon beringin yang menyusup ke sela-sela kecil. Namun, jika ditanam di lahan sempit yang berbatasan langsung dengan dinding, pertumbuhan volumenya dapat memberikan tekanan mekanis. Keramik lantai yang tidak memiliki fondasi kuat di bawahnya berisiko terangkat oleh desakan tersebut.
Penting untuk dipahami bahwa Kamboja Jepang lebih ideal ditanam di dalam pot daripada langsung di tanah terbuka dekat bangunan. Penggunaan pot yang kuat dan memiliki ruang drainase yang baik akan membatasi ruang gerak akar secara alami. Dengan demikian, risiko kerusakan pada dinding rumah atau lantai keramik dapat dihindari sepenuhnya.
Pemilihan media tanam yang tepat juga sangat berpengaruh terhadap arah pertumbuhan akar tanaman yang indah dan eksotis ini. Media yang terlalu padat memaksa akar bekerja lebih keras untuk menembus ruang, yang berpotensi meningkatkan tekanan pada wadah. Gunakan campuran pasir malang dan sekam agar akar tetap sehat tanpa harus merusak lingkungan sekitar.
Lakukan pemangkasan akar secara berkala sebagai bagian dari perawatan rutin untuk mengontrol ukuran tanaman agar tetap proporsional dan estetis. Teknik ini tidak hanya menjaga keindahan bentuk, tetapi juga mengurangi beban tekanan pada dinding pot yang Anda gunakan. Perawatan yang disiplin adalah kunci utama agar tanaman tetap aman bagi struktur rumah Anda.
Mitos bahwa akar tanaman ini bisa menghancurkan beton rumah sebenarnya merupakan sebuah kekeliruan jika cara penanamannya dilakukan dengan benar. Kerusakan biasanya terjadi karena pemilihan lokasi yang kurang tepat sejak awal bibit ditanam di area tersebut. Kesalahan manajemen lahan sering kali disalahpahami sebagai sifat destruktif dari karakter perakaran tanaman itu sendiri.
