Masyarakat Kota Malang dan sekitarnya belakangan ini diresahkan oleh peredaran video singkat yang memperlihatkan gerombolan remaja membawa senjata tajam di kawasan jalan lingkar. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan adanya kebangkitan kembali Isu Geng Motor di Lingkar Malang yang siap melakukan aksi acak pada malam minggu. Menanggapi viralnya konten tersebut, Polresta Malang Kota segera melakukan tindakan preventif dengan meningkatkan intensitas patroli biru (blue light patrol) serta melakukan penelusuran terhadap keaslian video yang memicu ketakutan kolektif di kalangan pengguna jalan tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi tim siber, polisi memberikan klarifikasi bahwa rekaman yang beredar terkait Isu Geng Motor di Lingkar Malang tersebut adalah video lama dari tahun 2023 yang sengaja diunggah kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kegaduhan. Meskipun video tersebut hoaks, polisi tetap mengonfirmasi adanya beberapa kelompok pemuda yang kerap melakukan aksi balap liar dan knalpot brong di area tersebut. Namun, polisi memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan adanya penyerangan fisik atau begal yang dilakukan oleh kelompok yang disebut sebagai geng motor di wilayah hukum Malang.
Meski Isu Geng Motor di Lingkar Malang dipastikan tidak sepenuhnya benar, pihak keamanan tidak mau kecolongan. Setiap malam akhir pekan, tim gabungan disiagakan di titik-titik rawan untuk membubarkan kerumunan pemuda yang berpotensi melakukan tindakan anarkis. Kapolresta Malang Kota menghimbau agar masyarakat tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang disebarkan melalui platform pesan singkat tanpa adanya verifikasi dari sumber resmi. Ketakutan yang berlebihan justru dapat mengganggu roda ekonomi Malang yang sangat bergantung pada aktivitas kuliner malam dan pariwisata.
Penyebaran Isu Geng Motor di Lingkar Malang ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih ketat mengawasi pergaulan anak remaja mereka, terutama pada jam malam. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang kedapatan membawa senjata tajam atau melakukan pelanggaran lalu lintas berat yang membahayakan nyawa orang lain. Dengan kerja sama yang baik antara aparat, media, dan masyarakat dalam menyaring informasi, diharapkan citra Malang sebagai kota pendidikan yang aman dan nyaman dapat terus dipertahankan dari gangguan isu-isu negatif yang menyesatkan.
