Malang dikenal sebagai kota dengan arsitektur kolonial yang indah, namun ada satu sisi gelap yang sering menjadi perbincangan, yaitu fenomena Rumah Hantu di Malang. Di beberapa kawasan elit seperti Jalan Ijen atau perbukitan di sekitar kota, sering ditemukan bangunan-bangunan megah bergaya Eropa atau modern yang dibiarkan kosong, berlumut, dan tertutup semak belukar. Bangunan-bangunan ini seringkali menyimpan cerita misterius di balik temboknya yang retak, memicu rasa penasaran sekaligus ketakutan bagi warga sekitar maupun pemburu konten horor yang datang dari luar kota.
Penyebab utama munculnya sebutan Rumah Hantu di Malang pada bangunan-bangunan mewah ini biasanya berkaitan dengan sengketa warisan yang tak kunjung usai. Banyak rumah peninggalan era Belanda atau rumah mewah tahun 80-an yang kepemilikannya terbagi di antara banyak ahli waris yang tinggal di luar negeri. Karena tidak ada kesepakatan untuk menjual atau merenovasi, bangunan tersebut akhirnya terbengkalai selama puluhan tahun. Suasana sepi dan gelap itulah yang kemudian memicu munculnya rumor tentang penampakan makhluk halus, tangisan misterius, hingga kejadian aneh yang dialami oleh orang-orang yang melintas di depannya.
Selain masalah hukum, beberapa Rumah Hantu di Malang juga dikaitkan dengan tragedi masa lalu. Ada rumah yang ditinggalkan karena pemiliknya mengalami kebangkrutan mendadak atau peristiwa kriminal yang membuat keluarga tersebut trauma dan memilih pergi tanpa membawa barang-barang mereka. Di mata masyarakat, rumah yang dibiarkan kosong lebih dari 40 hari dipercayai akan menjadi “hunian” bagi energi negatif. Hal ini diperparah dengan banyaknya pohon-pohon tua berukuran besar di halaman rumah tersebut yang menambah kesan angker dan suram, terutama saat malam hari ketika kabut khas Malang mulai turun.
Menariknya, fenomena Rumah Hantu di Malang kini justru menjadi daya tarik wisata alternatif bagi sebagian orang. Para fotografer urban exploration (urbex) sering masuk ke bangunan-bangunan ini untuk menangkap keindahan yang membusuk (decay photography). Namun, tindakan ini seringkali berbahaya karena struktur bangunan yang sudah tidak stabil dan risiko keamanan lainnya. Pemerintah kota sendiri mulai mengimbau para pemilik bangunan untuk setidaknya merawat fasad rumah agar tidak merusak estetika kota, mengingat Malang sedang gencar mempromosikan wisata heritage yang seharusnya terlihat bersih dan terawat.
